Analysis of Fraud Heptagon Theory on the Tendency of Fraud in Village Credit Institutions

Authors

  • Ni Luh Emi Pradewi Universitas Udayana
  • Made Oka Candra Andreana Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.55606/ijemr.v5i1.627

Keywords:

Fraud Heptagon Theory, Structural Equation Modeling, Supervision, Tendency of Fraud, Village Credit Institution

Abstract

The tendency of fraud is an unlawful act committed to gain personal or group benefits. Fraud cases that occurred in the Village Credit Institutions (Lembaga Perkreditan Desa/LPD) in Klungkung Regency indicate weak supervision and governance. Based on the Fraud Heptagon Theory, the tendency of fraud is affected by seven factors, namely pressure, opportunity, rationalization, competence, arrogance, culture, and religiosity. This study aims to analyze the effect of pressure, opportunity, rationalization, competence, arrogance, culture, and religiosity on the tendency of fraud. This research employs a quantitative approach with 115 respondents from 64 active LPDs in the mainland area of Klungkung Regency, determined through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through the Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) method with the assistance of SmartPLS 4. The results show that pressure, opportunity, rationalization, competence, and arrogance have a positive effect on the tendency of fraud, while culture and religiosity have a negative effect on the tendency of fraud. The implications of this study can serve as a consideration for LPDs and traditional communities to strengthen supervisory systems, enhance ethics, and instill cultural and religious values to reduce the tendency of fraud.

References

Adhana, D., Muchlis, S., & Sari, N. R. (2024). Penentu kecenderungan fraud accounting dalam pengelolaan keuangan desa dengan mo-ralitas individu sebagai pemoderasi. Jurnal Perpajakan dan Akuntansi Indonesia, 2(2), 62–74. https://doi.org/10.61220/ijota.v2i2.24

Adib, N., Rahma, M., & Widya, A. (2024). Pelaporan keuangan dalam persepsi teori penipuan heptagon. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 12(6), 2559–2568. https://doi.org/10.37641/jimkes.v12i6.2984

Angelina, K. R., & Utama, I. M. K. (2024). Efek kesesuaian kompensasi, komitmen organisasi, dan kepuasan kerja pada kecenderungan kecurangan. Jurnal Samudra Ekonomi & Bisnis, 15(3), 482–493. https://doi.org/10.33059/jseb.v15i3.9965

Anggraeni, N. K. M., Yuniarta, G. A., & Dewi, N. A. W. T. (2023). Pengaruh fraud hexagon theory terhadap kecurangan dalam pengel-olaan dana pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha, 14(3), 788–799. https://doi.org/10.23887/jimat.v14i03.64363

Ari, U. A. D., Inapty, B. A., & Waskito, I. (2023). Penentu fraud dana desa: Pengujian elemen fraud hexagon. Jurnal Riset Akuntansi Aksioma, 22(2), 295–309. https://doi.org/10.29303/aksioma.v22i2.251

Asosiasi Pemeriksa Kecurangan Bersertifikat. (2020). Laporan kepada negara-negara 2020: Studi global tentang penipuan dan penyalahgunaan pekerjaan. https://legacy.acfe.com/report-to-the-nations/2020/

Azizah, S., & Reskino, R. (2023). Pendeteksian penipuan laporan keuangan: Pengujian teori penipuan heptagon. Jurnal Akuntansi dan Tata Kelola, 4(1), 17–37. https://doi.org/10.24853/jago.4.1.17-37

Balitribune.co.id. (2021, April 27). Diduga gelapkan dana nasabah Rp12 miliar, Ketua LPD Dawan Kelod ditahan. https://balitribune.co.id/content/diduga-gelapkan-dana-nasabah-rp12-miliar-ketua-lpd-dawan-kelod-ditahan

Bancin, L., & Sari, N. (2023). Fraud hexagon theory pada kecenderungan terjadinya kecurangan. Jurnal At-Tawassuth: Jurnal Ekonomi Islam, 8(2), 263–281. https://doi.org/10.30829/ajei.v8i2.18200

Basri, Y. M., Rahmola, S. A. P., & Hariadi. (2023). Gender, religiusitas, dan penipuan: Peran perilaku tidak etis sebagai mediasi. Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia, 26(2), 178–190. https://doi.org/10.20885/jaai.vol26.iss2.art7

Candra, P., & Windri, N. (2022, April 27). Terbukti lakukan korupsi, dua pengurus LPD Desa Ped Nusa Penida divonis 4 tahun penjara. https://bali.tribunnews.com/2022/04/27/terbukti-lakukan-korupsi-dua-pengurus-lpd-desa-ped-nusa-penida-divonis-4-tahun-penjara

Chandrayatna, I. D. G. P., & Sari, M. M. R. (2019). Pengaruh pengendalian internal, moralitas individu dan budaya etis organisasi pada kecenderungan kecurangan akuntansi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 27(2), 1063–1093. https://doi.org/10.24843/eja.2019.v27.i02.p09

Deasri, N. K. D., & Utama, I. M. K. (2022). Pengendalian internal, komitmen organisasi, kesesuaian kompensasi dan kecenderungan kecurangan akuntansi. E-Jurnal Akuntansi, 32(8), 2105–2117. https://doi.org/10.24843/eja.2022.v32.i08.p11

Dewi, N. K. Y. C., Kusumawati, N. P. A., & Andayani, W. R. D. (2024). Pengaruh konsep Tri Kaya Parisudha dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi dengan sistem pengendalian internal sebagai variabel pemoderasi. Hita Akuntansi dan Keuangan Universitas Hindu Indonesia, 3(2), 249–259. https://doi.org/10.32795/hak.v5i2.3684

Dewi, N. L. H. M. S., Sumadi, N. K., & Ayu, P. C. (2022). Pengaruh moralitas individu, religiusitas dan budaya etis organisasi terhadap kecurangan akuntansi pada LPD. Hita Akuntansi dan Keuangan Universitas Hindu Indonesia, 3(3), 121–132. https://doi.org/10.32795/hak.v3i3.2646

Dewi, R., & Suardana, K. A. (2022). SPI memoderasi pengaruh SIA, tekanan keuangan, komitmen organisasi dan budaya organisasi pada kecenderungan kecurangan. E-Jurnal Akuntansi, 32(12), 3477–3490. https://doi.org/10.24843/eja.2022.v32.i12.p01

Erika, N. W., & Indraswarawati, S. A. P. A. (2022). Pengaruh sistem pengendalian internal, perilaku tidak etis dan budaya organisasi terhadap kecenderungan kecurangan. Hita Akuntansi dan Keuangan Universitas Hindu Indonesia, 3(1), 48–64. https://doi.org/10.32795/hak.v3i1.2282

Fachrurrozie, Wahyudin, A., Nurkhin, A., Mukhibad, H., Kardiyem, & Saputri, F. M. (2020). Faktor penentu kecurangan keuangan pengelolaan dana desa. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 24(1), 95–105. https://doi.org/10.26905/jkdp.v24i1.3576

Ferina, I. S., Budiman, A. I., & Aspahani. (2025). Penentu kecurangan dalam perspektif fraud hexagon dengan religiusitas sebagai variabel moderasi. Ekonomi: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9(1), 136–145. https://doi.org/10.33087/ekonomis.v9i1.2168

Gubernur Bali. (2017). Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa.

Harjati, S., & Reskino. (2023). Hubungan moralitas individu dan persepsi auditor terhadap kecenderungan kecurangan. International Journal of Advanced Research, 11(1), 910–924. https://doi.org/10.21474/ijar01/16097

Indrapraja, M. H. D., Agusti, R., & Mela, N. F. (2021). Pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kompetensi dan religiusitas terhadap kecurangan aparatur sipil negara. Saat Ini: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini, 2(2), 166–183. https://doi.org/10.31258/jc.2.2.166-183

Istifadah, R. U., & Senjani, Y. P. (2020). Religiusitas sebagai efek moderasi terhadap kecenderungan penipuan. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Islam, 2(1), 91–116. https://doi.org/10.21580/jiafr.2020.2.1.4712

Kase, M. S., & Babulu, N. L. (2023). Pengaruh cinta uang dan religiusitas intrinsik terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi dana desa. Jurnal Internasional Sains dan Masyarakat, 5(4), 393–403. https://doi.org/10.54783/ijsoc.v5i4.794

Krista, P. (2023, Oktober 25). Kendalikan brankas-diduga korupsi Rp 12,6 miliar, Ketua LPD Bakas ditahan. https://www.detik.com/bali/berita/d-7096376/kendalikan-brankas-diduga-korupsi-rp-12-6-miliar-ketua-lpd-bakas-ditahan

Kusuma, I. C., Nurfitri, R., & Mukmin, M. N. (2019). Pengaruh tekanan, peluang, rasionalisasi, dan kapabilitas terhadap tren kecurangan akuntansi. Jurnal Akunida, 5(1), 54–68. https://doi.org/10.30997/jakd.v5i1.1828

Lestari, P., & Pratiwi, A. D. (2023). Pengaruh tekanan dan kesempatan terhadap kecurangan akuntansi pada sektor publik. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 14(2), 321–334. https://doi.org/10.18202/jamal.2023.04.14020

Listari, D., & Gunawan, A. (2021). Sistem pengendalian internal dalam mencegah fraud di organisasi publik. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 10(1), 45–57.

Mahendra, A. A. G. A., & Yasa, G. W. (2021). Analisis fraud pentagon pada kecurangan akuntansi. E-Jurnal Akuntansi, 31(4), 987–1001. https://doi.org/10.24843/eja.2021.v31.i04.p02

Maria, S., & Andika, I. P. G. (2022). Moralitas individu dan budaya etis organisasi dalam mencegah fraud pada LPD. Hita Akuntansi dan Keuangan Universitas Hindu Indonesia, 3(2), 210–223. https://doi.org/10.32795/hak.v3i2.2456

Martha, N., & Kusumah, H. (2020). Fraud risk assessment dan implikasinya pada tata kelola pemerintahan desa. Jurnal Riset Keuangan dan Akuntansi, 6(3), 150–162. https://doi.org/10.31002/jrka.v6i3.3331

Maulida, Z., & Supriyadi. (2023). Persepsi tekanan keuangan dan peluang terhadap kecurangan akuntansi. Jurnal Ekonomi dan Akuntansi, 18(1), 55–67.

Maulidina, A., & Purnamasari, V. (2023). Komitmen organisasi dan moralitas dalam pencegahan fraud desa. Jurnal Ilmu Akuntansi, 7(2), 178–191.

Maulidyah, F., & Sari, A. (2022). Analisis fraud hexagon theory terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 13(2), 245–259.

Mulyadi, S. (2020). Auditing. Salemba Empat.

Mulyani, N., & Ratnasari, F. (2023). Budaya organisasi dan kecenderungan kecurangan akuntansi sektor publik. Jurnal Akuntansi Publik, 9(2), 210–224.

Nata, I. K., & Suryawan, K. (2023). Kepuasan kerja dalam menekan tindakan fraud pada badan usaha milik desa. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 11(3), 331–342. https://doi.org/10.23969/jrak.v11i3.7374

Nugraha, D. (2021). Determinan fraud laporan keuangan menggunakan fraud triangle. Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi, 28(4), 501–515.

Nuraini, R., & Zakaria, A. (2024). Pengaruh etika dan religiusitas terhadap kecenderungan fraud accounting. Jurnal Kajian Akuntansi, 8(1), 66–80. https://doi.org/10.1016/j.jka.2024.01.006

Nurhidayati, S., & Wahyudi, T. (2022). Sistem informasi akuntansi dan pencegahan fraud pada BUMDes. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 6(2), 155–168.

Nurlaili, S., & Martiana, Y. (2020). Rasionalisasi dan kapabilitas pada tindakan fraud di pemerintahan desa. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik, 15(1), 89–99.

Oktaviani, P., & Hadi, A. S. (2023). Peran sistem pengendalian internal dalam menekan fraud di pemerintahan desa. Jurnal Akuntansi & Bisnis, 23(1), 112–125. https://doi.org/10.24167/jab.v23i1.5890

Panjaitan, S., & Ramdhani, R. (2021). Kepemimpinan etis dan kecurangan akuntansi. Jurnal Ilmu Akuntansi, 14(3), 233–245.

Putra, I. G. N. M., & Widanaputra, A. A. (2022). Analisis fraud hexagon pada kecenderungan kecurangan akuntansi. E-Jurnal Akuntansi, 32(9), 2231–2245. https://doi.org/10.24843/eja.2022.v32.i09.p19

Putri, N. K. A., & Yuniarta, G. A. (2021). Pengaruh moralitas individu dan kesesuaian kompensasi terhadap kecurangan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 12(4), 897–910. https://doi.org/10.18202/jamal.2021.12.1205

Rahmawati, D., & Hasanah, I. (2023). Pengendalian internal dan karakteristik individu dalam mencegah fraud. Jurnal Akuntansi Aktual, 10(3), 155–168.

Ramli, M., & Nur, A. (2020). Fraud risk assessment: Kajian pengelolaan dana desa. Jurnal Akuntansi Publik, 8(2), 65–78.

Reskino, R., & Mauladi, A. (2022). Fraud triangle dan implikasinya pada pencegahan penipuan. Jurnal Akuntansi dan Governance, 7(1), 80–95.

Sari, A. P., & Pratama, M. (2023). Kepuasan kerja dan kecenderungan kecurangan akuntansi sektor publik. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 17(2), 210–222.

Satriawan, I. W. G., & Putra, I. W. (2023). Fraud accounting dan kesesuaian kompensasi pada LPD. Hita Akuntansi dan Keuangan Universitas Hindu Indonesia, 4(1), 45–58. https://doi.org/10.32795/hak.v4i1.3051

Sembiring, E. (2022). Budaya etis organisasi sebagai pencegahan fraud. Jurnal Ekonomi & Sosial, 5(2), 77–90.

Setiani, R. (2020). Penipuan laporan keuangan: Kajian fraud pentagon. Jurnal Akuntansi, 9(1), 23–35.

Setiawan, M., & Sutanto, A. (2023). Religiusitas dan fraud: Peran mediasi moralitas. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 8(2), 230–242. https://doi.org/10.11594/jrak.08.02.2023.08

Sukmana, H., & Yuliana, F. (2021). Moralitas individu dan fraud di sektor pemerintahan desa. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 19(3), 188–200.

Suryani, R., & Prakoso, B. (2022). Sistem informasi akuntansi dalam pencegahan fraud BUMDes. Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia, 5(2), 131–142.

Utami, D. S., & Novitasari, Y. (2024). Persepsi auditor internal terhadap potensi fraud. Jurnal Audit & Keuangan, 12(1), 45–60.

Wijaya, I. G. A. N., & Dewi, L. A. (2021). Determinan fraud pada LPD: Teori segi enam. Jurnal Ekonomi dan Akuntansi, 26(4), 411–425.

Wijayanti, R., & Irwandi, R. (2023). Fraud dalam tata kelola keuangan desa. Jurnal Administrasi Publik, 11(3), 302–315.

Yasa, D., & Supriyanto, T. (2020). Budaya organisasi dan kecurangan: Studi sektor publik. Jurnal Kebijakan & Administrasi Publik, 24(2), 155–168.

Yunita, E., & Hartono, B. (2023). Pengaruh tekanan dan peluang terhadap fraud pelaporan keuangan. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, 6(2), 92–105.

Downloads

Published

2026-01-14

How to Cite

Ni Luh Emi Pradewi, & Made Oka Candra Andreana. (2026). Analysis of Fraud Heptagon Theory on the Tendency of Fraud in Village Credit Institutions. International Journal of Economics and Management Research, 5(1), 234–245. https://doi.org/10.55606/ijemr.v5i1.627

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.